# kecenderungan-marjinal-untuk-menabung

*English: Marginal Propensity to Save (MPS): Concepts & Impact on Economy*

> Pelajari Kecenderungan Marjinal untuk Menabung (MPS): proporsi pendapatan tambahan yang disimpan, bukan dibelanjakan. Pahami dampaknya pada ekonomi.

**Definisi:** Kecenderungan Marjinal untuk Menabung (MPS) adalah proporsi dari setiap tambahan pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/m/marginal_propensity_save

---

## Kecenderungan Marjinal untuk Menabung (MPS)

Dalam ilmu ekonomi, khususnya dalam kerangka ekonomi Keynesian, **Kecenderungan Marjinal untuk Menabung (Marginal Propensity to Save - MPS)** adalah sebuah konsep penting yang mengukur seberapa besar porsi dari kenaikan pendapatan yang akan disimpan oleh individu atau rumah tangga, dibandingkan dengan dibelanjakan.

Secara sederhana, MPS menjawab pertanyaan: "Jika saya mendapatkan tambahan Rp100.000, berapa rupiah dari jumlah itu yang akan saya masukkan ke tabungan?"

### Perhitungan MPS

MPS dihitung dengan membandingkan perubahan jumlah tabungan dengan perubahan jumlah pendapatan. Rumusnya adalah:

`MPS = Perubahan Tabungan / Perubahan Pendapatan`

**Contoh:**
Misalkan Anda menerima bonus sebesar Rp1.000.000. Dari bonus tersebut, Anda memutuskan untuk membelanjakan Rp700.000 untuk kebutuhan mendesak dan sisanya, yaitu Rp300.000, Anda tabung. Maka, MPS Anda adalah:

`MPS = Rp300.000 / Rp1.000.000 = 0.3`

Ini berarti 30% dari pendapatan tambahan Anda dialokasikan untuk tabungan.

## Faktor yang Mempengaruhi MPS

MPS bukanlah angka yang statis dan dapat bervariasi antar individu maupun kelompok masyarakat. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain:

*   **Tingkat Pendapatan:** Umumnya, semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang, semakin tinggi pula MPS-nya. Orang dengan pendapatan lebih tinggi cenderung sudah memenuhi kebutuhan dasar dan keinginan pokoknya, sehingga tambahan pendapatan lebih mudah disisihkan untuk tabungan atau investasi.
*   **Preferensi Pribadi:** Setiap individu memiliki prioritas yang berbeda antara menabung dan berbelanja. Beberapa orang secara alami lebih konservatif dan cenderung menabung lebih banyak.
*   **Ekspektasi Masa Depan:** Jika seseorang memiliki ekspektasi buruk mengenai masa depan ekonomi atau khawatir akan kebutuhan mendesak di masa mendatang, mereka mungkin akan meningkatkan tabungannya.
*   **Akses terhadap Kredit:** Ketersediaan kredit yang mudah dapat mengurangi dorongan untuk menabung, karena individu merasa dapat membiayai pengeluaran mendesak melalui pinjaman.

## Hubungan MPS dengan MPC dan Dampaknya pada Ekonomi

MPS memiliki hubungan yang erat dengan **Kecenderungan Marjinal untuk Mengonsumsi (Marginal Propensity to Consume - MPC)**. MPC adalah proporsi dari setiap tambahan pendapatan yang dibelanjakan.

Kedua konsep ini saling melengkapi, dan jumlahnya selalu sama dengan satu:

`MPS + MPC = 1`

Jika MPS adalah 0.3 (seperti contoh di atas), maka MPC-nya adalah 0.7 (70% dibelanjakan). Ini berarti dari setiap tambahan Rp100.000 pendapatan, Rp30.000 ditabung dan Rp70.000 dibelanjakan.

### Pengaruh pada Multiplier Ekonomi

MPS memiliki peran penting dalam menentukan besarnya **multiplier ekonomi**. Multiplier adalah konsep yang menjelaskan bagaimana perubahan awal dalam pengeluaran (misalnya oleh pemerintah atau investor) dapat menghasilkan perubahan yang lebih besar dalam total pendapatan nasional.

Rumus multiplier pengeluaran adalah:

`Multiplier = 1 / MPS`

Atau, jika menggunakan MPC:

`Multiplier = 1 / (1 - MPC)`

*   **MPS yang rendah** berarti MPC yang tinggi. Ini menghasilkan multiplier yang besar, artinya setiap tambahan pengeluaran akan memicu lebih banyak aktivitas ekonomi dan pertumbuhan pendapatan yang lebih signifikan.
*   **MPS yang tinggi** berarti MPC yang rendah. Ini menghasilkan multiplier yang kecil, artinya dampak dari tambahan pengeluaran terhadap perekonomian menjadi lebih terbatas karena sebagian besar pendapatan tambahan tersebut disimpan.

Oleh karena itu, pemahaman tentang MPS sangat krusial bagi pembuat kebijakan ekonomi untuk merancang kebijakan fiskal yang efektif, seperti stimulus belanja pemerintah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi.


## FAQ

**Apa perbedaan utama antara MPS dan MPC?**
MPS (Marginal Propensity to Save) mengukur proporsi pendapatan tambahan yang disimpan, sedangkan MPC (Marginal Propensity to Consume) mengukur proporsi pendapatan tambahan yang dibelanjakan. Keduanya saling melengkapi dan jumlahnya selalu sama dengan satu.

**Mengapa MPS penting dalam analisis ekonomi?**
MPS penting karena memengaruhi besarnya multiplier ekonomi. MPS yang lebih rendah menghasilkan multiplier yang lebih besar, yang berarti perubahan pengeluaran dapat memiliki dampak yang lebih luas pada perekonomian.

**Apakah MPS selalu sama untuk semua orang?**
Tidak, MPS bisa bervariasi. Umumnya, orang dengan pendapatan lebih tinggi cenderung memiliki MPS yang lebih tinggi karena kebutuhan dasar mereka sudah terpenuhi.

**Bagaimana cara menghitung MPS?**
MPS dihitung dengan membagi jumlah perubahan tabungan dengan jumlah perubahan pendapatan. Rumusnya adalah: MPS = Perubahan Tabungan / Perubahan Pendapatan.