# nilai-aset-bersih-per-saham

*English: What Is Net Asset Value Per Share (NAVPS)?*

> Pelajari Nilai Aset Bersih Per Saham (NAVPS) atau book value per share. Pahami cara menghitungnya dan signifikansinya bagi investor.

**Definisi:** Nilai Aset Bersih Per Saham (NAVPS) adalah nilai per saham suatu reksa dana atau perusahaan yang dihitung dengan membagi total nilai aset bersih dengan jumlah saham yang beredar.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/n/navpershare

---

# Nilai Aset Bersih Per Saham (NAVPS)

Nilai Aset Bersih Per Saham, atau yang sering disingkat NAVPS (Net Asset Value Per Share), adalah metrik penting dalam dunia investasi, terutama bagi reksa dana dan perusahaan investasi lainnya. Konsep ini juga dikenal sebagai "book value per share" atau nilai buku per saham.

Secara sederhana, NAVPS mencerminkan nilai intrinsik dari setiap lembar saham berdasarkan aset yang dimiliki oleh entitas tersebut setelah dikurangi seluruh kewajibannya. Ini memberikan gambaran kepada investor mengenai nilai dasar dari kepemilikan mereka.

## Cara Menghitung NAVPS

Perhitungan NAVPS cukup lugas. Langkah utamanya adalah menentukan total nilai aset bersih (Net Asset Value - NAV) terlebih dahulu, kemudian membaginya dengan jumlah saham yang beredar.

Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

`NAVPS = Total Nilai Aset Bersih (NAV) / Jumlah Saham Beredar`

Untuk menghitung Total Nilai Aset Bersih (NAV), Anda perlu menjumlahkan seluruh aset yang dimiliki entitas, lalu menguranginya dengan total seluruh kewajiban (liabilitas).

`NAV = Total Aset - Total Liabilitas`

**Komponen yang termasuk dalam perhitungan:**

*   **Total Aset:** Meliputi semua investasi yang dimiliki (saham, obligasi, dll.), kas dan setara kas, piutang, pendapatan yang masih harus diterima, serta aset-aset lain yang bernilai.
*   **Total Liabilitas:** Mencakup seluruh kewajiban jangka pendek dan jangka panjang, seperti utang kepada pihak ketiga, biaya operasional yang masih harus dibayar (gaji, utilitas, dll.), biaya manajemen, biaya distribusi, dan biaya-biaya lain yang timbul dari operasional.

**Contoh Perhitungan Sederhana:**

Misalkan sebuah reksa dana memiliki:

*   Total Aset: Rp 100 Miliar
*   Total Liabilitas: Rp 10 Miliar
*   Jumlah Saham Beredar: 10 Juta lembar

Maka perhitungannya adalah:

1.  Hitung NAV: Rp 100 Miliar - Rp 10 Miliar = Rp 90 Miliar
2.  Hitung NAVPS: Rp 90 Miliar / 10 Juta lembar = Rp 9.000 per lembar

Jadi, Nilai Aset Bersih Per Saham reksa dana tersebut adalah Rp 9.000.

## Signifikansi NAVPS bagi Investor

NAVPS memiliki peran penting dalam memberikan wawasan kepada investor mengenai nilai fundamental suatu investasi.

*   **Untuk Reksa Dana (Open-End Funds):** NAVPS adalah harga acuan utama. Saham reksa dana jenis ini dibeli dan dijual berdasarkan NAVPS yang dihitung pada akhir hari perdagangan. Ini berarti, jika Anda membeli atau menjual reksa dana pada hari tertentu, transaksi Anda akan diproses pada NAVPS yang baru diumumkan setelah pasar tutup.

*   **Untuk Dana Tertutup (Closed-End Funds) dan ETF:** Dana jenis ini diperdagangkan di bursa seperti saham biasa, sehingga harganya bisa berfluktuasi sepanjang hari perdagangan. Akibatnya, harga pasar (market price) dari dana ini bisa saja berbeda, baik lebih tinggi maupun lebih rendah, dari NAVPS-nya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan di pasar.

*   **Analisis Nilai:** Investor dapat menggunakan NAVPS untuk membandingkan nilai intrinsik suatu aset dengan harga pasarnya. Jika harga pasar saham suatu perusahaan jauh di bawah NAVPS-nya, ini bisa menjadi indikasi bahwa saham tersebut mungkin undervalued (dianggap murah). Sebaliknya, jika harga pasar jauh di atas NAVPS, bisa jadi saham tersebut overvalued (dianggap mahal).

*   **Ukuran Kinerja (dengan catatan):** Penting untuk diingat bahwa NAVPS bukanlah indikator tunggal kinerja investasi. Kenaikan NAVPS dari waktu ke waktu memang positif, namun investor harus melihatnya dalam konteks imbal hasil total (total return) yang mencakup dividen atau pendapatan lain yang dibagikan.

*   **Perbandingan Antar Investasi:** NAVPS memungkinkan investor untuk membandingkan nilai per saham dari berbagai reksa dana atau perusahaan yang sejenis, meskipun jumlah saham beredar mereka berbeda.

## Keterbatasan NAVPS

Meskipun NAVPS adalah alat analisis yang berharga, ia memiliki beberapa keterbatasan:

*   **Nilai Buku vs. Nilai Pasar:** NAVPS sering kali dihitung berdasarkan nilai buku aset, yang mungkin tidak mencerminkan nilai pasar aset tersebut saat ini, terutama untuk aset-aset yang nilainya berfluktuasi (seperti properti atau aset tak berwujud).
*   **Tidak Mencerminkan Potensi Pertumbuhan:** NAVPS lebih berfokus pada nilai aset saat ini dan tidak secara langsung memperhitungkan potensi pertumbuhan pendapatan atau inovasi masa depan suatu perusahaan.
*   **Perbedaan dengan Harga Pasar:** Seperti yang disebutkan sebelumnya, untuk dana yang diperdagangkan di bursa, harga pasar bisa menyimpang dari NAVPS karena faktor sentimen pasar dan likuiditas.

Secara keseluruhan, NAVPS adalah metrik fundamental yang memberikan pandangan objektif mengenai nilai per saham suatu entitas investasi, menjadikannya komponen penting dalam proses pengambilan keputusan investasi yang terinformasi.


## FAQ

**Apa itu NAVPS?**
NAVPS adalah singkatan dari Net Asset Value Per Share, yang berarti Nilai Aset Bersih Per Saham. Ini adalah nilai per saham suatu reksa dana atau perusahaan yang dihitung dengan membagi total nilai aset bersihnya dengan jumlah saham yang beredar.

**Bagaimana cara menghitung NAVPS?**
NAVPS dihitung dengan rumus: Total Nilai Aset Bersih (NAV) dibagi dengan Jumlah Saham Beredar. Nilai Aset Bersih (NAV) sendiri adalah Total Aset dikurangi Total Liabilitas.

**Apakah NAVPS sama dengan harga saham di bursa?**
Untuk reksa dana jenis open-end, NAVPS adalah harga transaksi yang digunakan. Namun, untuk dana tertutup (closed-end funds) dan ETF yang diperdagangkan di bursa, harga pasarnya bisa berbeda dari NAVPS karena dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan pasar.

**Mengapa NAVPS penting bagi investor?**
NAVPS penting karena memberikan gambaran nilai intrinsik per saham, membantu investor menilai apakah suatu investasi undervalued atau overvalued, dan menjadi acuan harga transaksi untuk reksa dana open-end.