# biaya-memegang-negatif

*English: Negative Carry: Definition, Examples, Vs. Positive Carry*

> Biaya Memegang Negatif (Negative Carry) terjadi saat biaya memegang aset lebih besar dari pendapatan yang dihasilkan. Pelajari contoh dan strateginya.

**Definisi:** Biaya Memegang Negatif adalah kondisi di mana total biaya yang dikeluarkan untuk memegang suatu aset investasi melebihi pendapatan yang diterima dari aset tersebut.

**URL:** https://invespedia.belajarforex.co.id/n/negativecarry

---

## Apa Itu Biaya Memegang Negatif?

Biaya Memegang Negatif, atau dalam istilah keuangan dikenal sebagai Negative Carry, adalah sebuah kondisi di mana biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan sebuah investasi atau sekuritas ternyata lebih besar daripada pendapatan yang dihasilkan selama periode kepemilikan tersebut. Dalam kata lain, Anda mengeluarkan uang lebih banyak untuk memegang aset daripada yang Anda terima dari aset itu sendiri.

Kondisi ini seringkali dianggap tidak ideal oleh para manajer portofolio profesional karena berarti investasi tersebut secara inheren merugi selama nilai pokoknya tetap sama atau bahkan menurun. Namun, banyak investor dan profesional yang justru sengaja memasuki kondisi ini ketika mereka memperkirakan adanya potensi keuntungan besar di masa depan dari kepemilikan aset tersebut.

Biaya Memegang Negatif merupakan kebalikan dari Biaya Memegang Positif (Positive Carry), di mana pendapatan yang diterima lebih besar daripada biaya kepemilikannya.

### Bagaimana Cara Kerjanya?

Setiap investasi yang memerlukan biaya lebih besar untuk dipegang daripada hasil yang dikembalikan dalam bentuk pembayaran dapat mengakibatkan Biaya Memegang Negatif. Ini bisa terjadi pada berbagai jenis aset, seperti:

*   **Posisi Sekuritas:** Termasuk obligasi, saham, kontrak berjangka (futures), atau posisi di pasar forex.
*   **Properti:** Misalnya, properti sewaan yang biaya operasional dan cicilannya lebih tinggi dari pendapatan sewa.
*   **Bisnis:** Sebuah bisnis bisa mengalami negative carry jika biaya operasionalnya melebihi pendapatan yang dihasilkan.

Bahkan lembaga keuangan seperti bank dapat mengalami Biaya Memegang Negatif jika pendapatan bunga dari pinjaman yang mereka berikan lebih rendah daripada biaya dana (cost of funds) yang mereka keluarkan. Kondisi ini juga kadang disebut sebagai 'negative cost of carry'.

Penting untuk dicatat bahwa perhitungan Biaya Memegang Negatif ini tidak memasukkan potensi keuntungan modal (capital gains) yang mungkin terjadi saat aset dijual atau jatuh tempo. Keuntungan modal yang diantisipasi inilah yang seringkali menjadi alasan utama mengapa investor bersedia menanggung Biaya Memegang Negatif.

## Contoh Biaya Memegang Negatif

### 1. Properti Hunian

Bagi sebagian besar pemilik rumah yang menempati rumahnya sebagai tempat tinggal utama, kepemilikan rumah seringkali merupakan investasi dengan Biaya Memegang Negatif. Biaya bunga cicilan KPR setiap bulan biasanya lebih besar daripada jumlah yang ditambahkan ke pokok pinjaman, terutama di paruh pertama masa pinjaman. Ditambah lagi dengan biaya perawatan dan perbaikan rumah yang menjadi beban finansial. Namun, karena harga properti cenderung meningkat seiring waktu, banyak pemilik rumah akhirnya mendapatkan keuntungan modal saat menjual rumah mereka.

### 2. Pinjaman dan Investasi

Dalam dunia investasi profesional, seorang investor mungkin meminjam uang dengan bunga 6% untuk diinvestasikan pada obligasi yang memberikan imbal hasil (yield) 4%. Dalam skenario ini, investor mengalami Biaya Memegang Negatif sebesar 2% dan secara efektif mengeluarkan uang untuk memiliki obligasi tersebut. Alasan satu-satunya untuk melakukan ini adalah jika obligasi tersebut dibeli dengan diskon dibandingkan dengan perkiraan harga masa depan. Jika obligasi dibeli pada nilai par atau di atasnya dan dipegang hingga jatuh tempo, investor akan mengalami kerugian. Namun, jika harga obligasi meningkat (misalnya karena suku bunga turun), keuntungan modal yang didapat bisa saja mengimbangi kerugian dari Biaya Memegang Negatif.

### 3. Pasar Forex

Investor di pasar valuta asing (forex) juga bisa melakukan strategi yang menghasilkan Biaya Memegang Negatif, yang dikenal sebagai 'negative carry pair'. Strategi ini melibatkan peminjaman dana dalam mata uang dengan suku bunga tinggi lalu menginvestasikannya pada aset dalam mata uang dengan suku bunga lebih rendah. Jika nilai mata uang dengan suku bunga tinggi tersebut menurun relatif terhadap mata uang dengan suku bunga rendah, pergeseran nilai tukar yang menguntungkan dapat menghasilkan keuntungan yang melebihi Biaya Memegang Negatif. Trader biasanya hanya akan melakukan ini jika mereka yakin mata uang dengan suku bunga rendah akan menguat terhadap mata uang dengan suku bunga tinggi.


## FAQ

**Apakah Biaya Memegang Negatif selalu buruk?**
Tidak selalu. Meskipun secara inheren merugikan dari sisi arus kas, Biaya Memegang Negatif seringkali diambil dengan harapan mendapatkan keuntungan modal (capital gains) yang lebih besar di masa depan, yang dapat mengimbangi atau bahkan melampaui biaya kepemilikan tersebut.

**Apa contoh umum dari Biaya Memegang Negatif dalam kehidupan sehari-hari?**
Kepemilikan rumah tinggal pribadi seringkali merupakan contoh Biaya Memegang Negatif, di mana biaya bunga KPR dan perawatan lebih besar dari nilai pokok yang terbayar atau pendapatan yang dihasilkan (jika disewakan).

**Bagaimana cara kerja Biaya Memegang Negatif di pasar forex?**
Di forex, Biaya Memegang Negatif terjadi ketika Anda meminjam mata uang dengan bunga tinggi dan membeli mata uang dengan bunga rendah. Anda membayar bunga lebih tinggi dari yang Anda terima, namun berharap nilai tukar mata uang yang Anda beli akan menguat.

**Apakah ada keuntungan pajak dari Biaya Memegang Negatif?**
Ya, dalam beberapa kasus. Misalnya, jika Anda memiliki properti sewaan yang mengalami Biaya Memegang Negatif, bunga KPR yang dibayarkan mungkin dapat dikurangkan dari pajak, yang dapat mengurangi kerugian bersih dari biaya kepemilikan.